Hukum 19 Jul 2017

Ketua MK Buka Debat Konstitusi Mahasiswa di UIR

Kedatangan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Republik Indonesia (RI), Prof  Arief Hidayat ke Kampus UIR mendapat sambutan meriah. Ia datang sempena seminar nasional dan debat konstitusi mahasiswa se-Indonesia (Regional Barat). 

Arief sengaja hadir membuka kegiatan tersebut demi menunjukkan dukungannya. Ratusan mahasiswa dari 24 perguruan tinggi yang ada di Regional Barat tampak begitu antusias menyimak kata demi kata yang disampaikan olehnya.

Prof Arief Hidayat memuji pelaksanaan kegiatan bergengsi tersebut. Terlebih, UIR sebagai tuan rumah juga dinilai mampu menyukseskan acara. Selain didaulat membuka kegiatan, ia juga menjadi pembicara dalam seminar. Sebelum dua kegiatan tersebut dimulai, ia sempat berkelakar di depan ratusan mahasiswa. Bahwa jadi juri debat lebih sulit dari jadi Ketua MK.

‘’Saya di sini hadir sebagai Ketua MK dan keynotes saja. Karena kalau jadi juri debat lebih sulit daripada jadi Ketua MK. Apalagi di sini semua yang hadir adalah mahasiswa hukum pilihan. Tentu akan sulit menentukan pemenangnya nanti,’’ guraunya diiringi tawa dari hadirin yang terdiri dari Asisten III Setda Provinsi Riau, Rektor UIR, Dekan UIR, petinggi kampus, dewan juri dari berbagai universitas dan tokoh tokoh penting lainnya.

Prof Arief dalam kesempatan itu juga sempat melontarkan perntanyaan pada mahasiswa, terkait apakah betul pelajaran hukum yang diajarkan di fakultas hukum Indonesia ini sudah benar? Disusul dengan apakah perbedaan yang mendasar antara aturan hukum yang semestinya berlaku dengan dibangun di negara lain?

ia memaparkan bahwa yang membuat Indonesia berbeda adalah diletakkan pada pengelolaan berdasarkan falsafah negara. Semua aspek harus berdasarkan Pancasila. ‘’Indonesia adalah negara hukum dan demokrasi yang religius. Religius ini yang membedakan kita. Kita memiliki konstitusi yang religius. Namun tetap disinergikan pada nilai-nilai kebudayaan, politik, HAM, sosial bidaya dan lainnya,’’ sambungnya.

Ketua MK ini berharap dengan terselenggaranya seminar nasional dan debat konstituai ini, para mahasiswa hukum bisa lebih terbuka pikirannya. Kelak mereka sebagai penegak hukum juga diharapkan mampu mengahasilkan hukum yang religius.

Adapun kegiatan tersebut terselenggara pada 18-20 Mei. Ketua Pelaksana S Parman MH mengaku UIR sangat bangga bisa menjadi tuan rumah. Mereka menargetkan kegiatan bisa sukses. Selain itu delegasi yang dikirimkan dalam debat juga bisa memenangkan kompetisi tersebut dan maju ke level selanjutnya.

‘’Kita sudah lama mempersiapkan kegiatan ini. Semoga dengan terlaksananya ini, bisa membuat UIR semakin dikenal dan memotivasi mahasisswa hukum UIR untuk lebih maju lagi,’’ ujarnya.

Juara dalam debat akan diumumkan di akhir acara. Adapun hadiah belasan juta rupiah sudah siap menanti para pemenang.

[ Riaupos.co ]