Hukum 28 Jul 2021

Sosialisasi Undang-Undang Perlindungan Anak Di Desa Bukit Ranah Kabupaten Kampar

      Anak memiliki peran yang penting bagi kelanjutan suatu bangsa, maka dari itu memberikan perlindungan terhadap kelangsungan hidup anak merupakan suatu keharusan. Perlindungan yang dimaksud tidak saja cukup dari orang tua ataupun keluarga dari si anak, tetapi juga perlindungan dari negara untuk menjamin hak-haknya. Karena bagaimana pun negara tetaplah yang memiliki kuasa terbesar. Selaras dengan itu pula maka pemerintah mengeluarkan regulasi yang berkenaan dengan perlindungan terhadap anak tersebut, yakni Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016 yang merupakan undang-undang terbaru dari perlindungan anak.

      Pemahaman anak yang dimaksud oleh Undang-undang tersebut adalah seseorang yang belum berusia delapan belas tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan. Adapun pemahaman perlindungan anak adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi, secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

     Ada beberapa masalah yang masih sering terjadi terkait anak, yakni kekerasan terhadap anak dan penyalahgunaan narkotika. Angka kasus kekerasan terhadap anak terus meningkat, terutama pada masa pandemi ini. Hal ini terjadi karena anak-anak saat ini lebih banyak menghabiskan waktu di rumah.dan anak pun juga selalu menjadi sasaran dari narkotika. Dalam Undang-undang perlindungan anak telah disampaikan beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

     Maka dari itu pula, salah satu tim pengabdian dari Fakultas Hukum Universitas Islam Riau yang diketuai oleh July Wiarti, S.H., M.H melakukan sosialisasi Undang-undang Perlindungan Anak di Desa Bukit Ranah pada tanggal 28 Maret 2021. Dikarenakan masih dalam masa pandemi, maka untuk peserta dari kegiatan sosialisasi dibatasi. Pada kegiatan sosialisasi tersebut disampaikan bahwa upaya yang bisa dilakukan untuk memberikan perlindungan kepada anak yang berkaitan dengan Narkotika adalah dengan melakukan pengawasan, pencegahan, perawatan dan rehabilitasi. Selain itu salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak, sehingga bisa memberikan perlindungan kepada anak adalah dengan melakukan sosialisasi. Tujuannya adalah agar orang menolak untuk melakukan tindak kekerasan kepada anak setelah mengetahui bentuk perbuatan yang termasuk kekerasan dan hukuman yang akan didapat jika melakukan hal tersebut. Untuk mendapatkan perlindungan khusus maka dapat melaporkan kepada Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID).

[ hukum ]