Pekanbaru, 15 Mei 2025 — Kompetisi bergengsi Lomba Debat Hukum Nasional GEMA LEX-A 2025 yang diselenggarakan oleh Fakultas Hukum Universitas Islam Riau (FH UIR) resmi menutup rangkaian acaranya pada Kamis, 15 Mei 2025, dengan babak Semifinal dan Final yang menegangkan. Tema besar yang diangkat tahun ini, “Konstruksi Hukum dan Keadilan di Era Digital,” berhasil menggugah diskusi hukum yang dinamis dan kritis antar mahasiswa hukum dari seluruh Indonesia.
Empat tim terbaik dari babak penyisihan yang digelar sehari sebelumnya (14 Mei 2025) berhasil melaju ke babak semifinal dan kemudian beradu strategi serta argumentasi dalam final yang disaksikan langsung oleh para akademisi dan praktisi hukum.
Setelah melalui perdebatan ketat, berikut adalah hasil akhir kompetisi:
🥇 Juara 1 diraih oleh RM. MOERTOJO dari Universitas Sebelas Maret Surakarta, dengan perolehan skor tertinggi 1358 poin. Tim ini menunjukkan performa luar biasa dengan argumentasi yang tajam, penguasaan isu hukum digital yang kuat, serta retorika yang meyakinkan.
🥈 Juara 2 jatuh kepada LEX SPECIALIS dari Universitas Brawijaya, dengan skor 1323 poin, yang juga tampil mengesankan dengan sudut pandang hukum progresif dan analisis komprehensif.
🥉 Juara 3 diraih oleh VERITAS AEQUITAS dari Universitas Kuningan, dengan raihan 1298 poin, unggul dalam membangun konstruksi hukum berbasis hak asasi manusia dan teknologi.
🌟 Harapan 1 diberikan kepada VOX JUSTITIA dari Universitas Riau, yang meraih 1293 poin, dengan penampilan yang solid dan bersemangat.
Penilaian dilakukan oleh dewan juri profesional yang terdiri dari:
Amirhan, S.H., M.H
Farida Hanum, S.H., M.H
Dr. Saut Maruli Tua Malik, S.H.I., M.H
Ketiga juri menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap semangat intelektual para peserta, serta menekankan pentingnya forum debat hukum sebagai sarana pengembangan nalar kritis dan kemampuan komunikasi hukum yang strategis.
Dengan berakhirnya GEMA LEX-A 2025, FH UIR menegaskan kembali komitmennya dalam memfasilitasi generasi muda hukum Indonesia untuk terus berpikir kritis dan adaptif di tengah perkembangan teknologi yang kian pesat.





